Sign guestbook  

9. The Owner - 2007-09-07 17:39:00
Buat kawan-kawan... saya mengutip langsung dari www.mediaindonesia.com/ perihal DPR yang semakin hari semakin menggelisahkan nasib rakyat dengan mencanangkan anggaran Rp. 40 miliar guna renovasi gedung (yang katanya) sudah tidak layak lagi. bagaimana tanggapan anda? simak editorial versi Rabu/05/10 itu;

BADAN Urusan Rumah Tangga Dewan Perwakilan Rakyat menyepakati sebuah rencana mahal. Gedung DPR akan direnovasi dengan biaya tidak kurang dari Rp40 miliar. Gedung sekarang yang tergolong mewah dianggap tidak lagi memenuhi syarat bagi peningkatan kinerja anggota dewan.

Sepintas alasan itu masuk akal. Tetapi bisa dengan gampang dimengerti alasan sesungguhnya di balik rencana renovasi itu. Apalagi kalau bukan proyek yang bakal menguntungkan sejumlah kalangan di DPR sendiri.

Pada dasarnya seluruh fasilitas Gedung DPR sekarang sangat memadai untuk dijadikan tempat bekerja anggotanya. Merupakan sebuah pengelabuan besar jika memercayai bahwa kualitas kinerja dewan sekarang tidak memadai karena fasilitas pendukung yang buruk.

Dewan sekarang dengan fasilitas bertambah dan gaji yang berlipat ganda ternyata tidak lebih baik daripada dewan di masa lalu. Bahkan banyak yang berpendapat kualitas DPR sekarang lebih buruk.

Kita kehabisan kata-kata untuk menyatakan kekecewaan terhadap sense of priority yang begitu jeleknya di DPR. Sejumlah akademisi yang tidak ingin bersopan-sopan lagi menyebut rencana renovasi itu sebagai keinginan ’orang-orang sakit’. Yang lain menyebut sinis dengan kalimat ’DPR sudah mati rasa’. Yang lain lagi menuding DPR sudah kehilangan urat malu.

Mengapa kehendak yang memalukan seperti ini selalu berulang muncul dari DPR? Jawabnya karena DPR masih digerogoti mentalitas proyek. Ada rezeki dan nafkah yang berlimpah jika proyek juga berlimpah.

Bagi sejumlah orang di DPR, masa bakti yang tersisa dua tahun lagi adalah masa kritis. Oleh karena itu, bila kekuasaan masih berada di tangan, kekuasaan itu harus digunakan sebaik mungkin untuk meraih rezeki. Proyek-proyek yang tidak masuk akal pun harus dipaksakan.

Adalah sebuah pengkhianatan jika DPR terus melaksanakan rencana yang ditentang rakyat. Jika DPR yang melembagakan aspirasi rakyat melawan kehendak dan nurani khalayak, DPR kehilangan legalitas yang paling hakiki dari eksistensinya. Sebab, mereka duduk di parlemen justru untuk memperjuangkan kehendak dan nurani rakyatnya.

Pengkhianatan terhadap nurani publik bisa bertumbuh subur karena mentalitas korupsi yang mengakar dalam. DPR hanya berteriak tentang reformasi di lembaga lain, tetapi tidak mau mereformasi diri sendiri.

Terlihat dengan sangat jelas ketika otoritas bujet DPR ditentukan sendiri, kerakusan tidak terbendung. Dan, seperti mudah diduga, kerakusan yang tidak mengenal malu itu dipicu kepentingan pundi-pundi individu di lembaga itu.

Kalau sebuah proyek atau rencana yang tidak masuk akal tetap saja dijalankan, bisa ditebak muncul jaring-jaring konspirasi kerakusan. Salah satunya keterkaitan antara pemenang proyek dan pemegang otoritas.

Jadi, DPR sebenarnya sangat asyik memerankan antitesis. Di mulut mereka berteriak tentang perang terhadap korupsi, tetapi dalam praktik mereka mengadopsi tata cara korupsi yang hendak mereka perangi. Itulah yang disebut sebagai pengkhianatan.

Bila otak kotor, hati keruh, dan tangan gatal, seluruh kepatutan dilabrak. DPR sudah tidak bisa membedakan lagi mana yang patut dan mana yang tidak. Mana yang bisa dan mana yang bisa, tapi tidak boleh.

Bila mentalitas rakus dan korup bersemi dalam sanubari wakil rakyat, mereka tidak bisa lagi membedakan mana keinginan dan kebutuhan. Renovasi Gedung DPR yang menelan biaya Rp40 miliar adalah keinginan yang belum menjadi kebutuhan. Oleh karena itu, tidak boleh dilaksanakan.

" target=_blank>8. Monyet - 2007-03-04 18:27:52
amponnnn mbahhhhh bukan saya pelakunya

salam metal buat sang rock star

7. nanaz amiz - 2007-02-07 11:53:52

Hi... boleh kenalan gak? (boleh kalee...!)
Foto-foto kamu cuma segitu aza? kaga ada nyang lebih hot apa?
Kalo ade kirim-kirim ane yee...!
Selamat berjuang menghasilkan gaya-gaya nyang hot yee...

6. admirer - 2006-12-26 05:34:53
"Intelektualitas seseorang dapat dilihat dari tulisan yang ia hasilkan"

Tulisan kamu bagus, gaya bahasa yang kamu pakai juga sangat mudah dicerna, tapi kenapa sampai saat ini skripsimu belum rampung ya???

Terus maju pantang mundur!!!

Buktikan kepada semua bahwa kamu mampu menambah daftar lulusan Sarjana Sastra berbakat di Indonesia!!

" target=_blank>5. ki gendheng sambrana - 2006-12-24 13:29:37
yang paling susah dalam hidup, membumikan idealis jadi realistis. kebanyakan kesalahan narator dan aktifis, berteori berharap dikenang hostory.
siapaun yang bisa melakukannya (1) dan meninggalkannya (2) dia lah guru untuk lo...

tapi sempak lo gak ketinggal lagi kan ben...

selamat berkarya bro...

03.02.07 gw tunggu di subang, sekalikali kasih kesempatan gw negbasahi tenggorokan lo dari keringat gw...

" target=_blank>4. Fan - 2006-11-30 10:30:08
Selamat datang di dunia menulis...
Menulis itu prasasti.
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah… Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

Regard

Ur Senior on Alaw

" target=_blank>3. ipiet - 2006-11-09 19:29:08
well done sir!!

2. nana - 2006-02-23 08:03:12
ikutan nge-link ya..
bye bye gaptek

" target=_blank>1. anas - 2005-11-30 15:00:19
katakan ’SELAMAT TINGGAL GAPTEK..."

    Sign guestbook  

Webmasters, Click here to get a free guestbook!    

Remove all the advertisements
from this guestbook!

- LIMITED OFFER -




  Please report if this guestbook contains illegal or offensive content.