|
32. itank 34 & keluarga - 2009-10-01 20:03:01 |
| Piye kabare ? Minal aidin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin, Selamat hari raya Iduk Fitri 1430 H |
" target=_blank> 31. prambudi - 2009-06-11 20:52:55 |
Dear boodee,
Toxin binder ada beberapa tipe yaitu clay (anorganik) dan organik plus akseosris campurannya yg lain.
secara fungsional toxin binder akan mengikat toxin yg ada di bahan baku, dg terikatnya toxin maka status kesehatan akan lebih baik. Karena toxin menyebar ancaman yg tidak kelihatan tapi bersifat immunosupresi (membuat kondisi) imune lemah sehingga lebih mudah sakit. dengan kondisi tubuh yg lebih prima makan tentunya FCR bukannya bengkak tapi malah lebih baik.
mungkin yg bengkak uangnya kali hehehehe...
karena ada yg jual toxin binder muaaaaaaahalll sekali udah gitu pakainya buaaanyak puuooollllll heheheh
Tapi ada pula yg masih beranggapan jika pakai toxin binder clay bisa menyerap Vit dan mineral. sehingga performance akan terganggu. Hal ini masih debat-able.hehehe
atau ALLtalk lah heheheeh
 |
" target=_blank> 30. prambudi - 2009-06-11 20:42:32 |
Salam Mas Mahrus,
Pertanyaan anda simple tapi jawabnya cukup rumit... hehehehe
Untuk ayam isa brown umur 27 minggu dengan %HD hanya 65% berarti performance anda dibawah rata-rata performance indonesia. Pada umumnya di Indonesia peak (> 90%) di capai pada usia 26/27 minggu. Untuk farm dengan management yg lebih baik bisa diusia 23/24 minggu. Hal ini ada beberapa yg harus diklarifikasikan terlebih dahulu yaitu
1. Apakah anda pelihara dari DOC atau beli pullet jadi ?
2. Jika anda pelihara dari DOC apakah anda selalu memperhatikan bobot ayam ? (Dimana pencapaian bobot badan dengan pakan stndar layer bisa diasumsikan frame size dapat optimal)
3. Apakah anda menghitung uniformity nya sebelum masuk kandang batteray...?
4. Apakah anda memakai pakan jadi (komplit feed )atau pakan campuran konsentrat, jika anda memakai konsentrat bagaimana campurannya (KOnsentrat ; Jagung ; Katul) ?
masalah tidak tercapainya performance standar ayam sehat (tanpa gangguan penyakit) merupakan akumulasi ketidakbenaran management dari awal hingga pre lay.
Salah satunya
1. Harusnya pindah batterai itu dimasa developer (umur 11 - 14 minggu), karena waktu pindah ini ayam akan stress dan melakukan adaptasi dari kandang postal ke batteray. Nah anda melakukan pindah kandang saat ayam sudah berproduksi. (Anda banyangkan wanita yg sedang menstruasi, dia akan sangat sensitiv atau udah stress, demikian pula adanya dengan ayam). Peralihan dari Dara ke pullet yg awalnya dia hanya makan untuk maintenance saat pullet dia sudah harus beradaptasi untuk respon hormonal untuk bertelur, sehingga hal ini secara fisiologis akan berpengaruh pada ayam. dan akibatnya dia menjadi sensitiv bahkan ada yg ga mau makan dlm jumlah cukup. Sehingga hal ini ditambah lagi ada stress management maka ayam akan semakin tidak nyaman sehingga proses2 deposisi kalsium dimedula bone akan terhambat, hal ini akan berakibat terhambatnya grafik produksi telur)
Untuk daerah tropis Feed inatke 117 g/hari sudah cukup. (recomend dari isa adalah 115 g/hari dg Protein 17,5 maka asupan proteinnya sudah lebih dari 20 g/hari).
dengan intake 117 jika masih belum mendorong hen day maka yg harus di cek
1. Homogenity campuran
2. kualitas bahan pencampur (jagung dan katul)
Saran saya ;
1. Lakukan Cek homogenity campuran
2. Cek kualitas bahan baku
3. puasa kan ayam (antara jam 10 - 13 siang), berikan sisanya jam 14.00 siang.
4. tambahkan grit sebanyak 2-3 gram, pada sore hari (3 - 4 pm, dengan ukuran granul 2 - 3 mm.
5. Jika bisa kurangi cahaya (lihgting) 1 jam di sore hari dan tambahkan 1 jam pada dini hari menjelang pagi
ok mudah2an berhasil
|
|
29. Ari Subekti - 2009-06-02 13:56:09 |
Ass. Selamat ulang tahun meskipun dah terlambat. Mas eko masih di sidoarjo kan? ada temen yang perlu bantuan, mungkin mas bisa bantu. tapi saya tidak tahu bagaimana menghubungi mas eko?
Thanks infonya. |
|
28. mahrus - 2009-05-26 09:42:35 |
Mas Eko.......
Saya punya ayam petelur +/- 1.300 (Isa Brown), pada saat pindah kandang dilakukan umur 2o minggu sudah produksi 3%, saat ini sudah umur 27 minggu dan produksinya baru 65%, konsumsi pakan 117 gr/ekor. Biasanya pada umur 27 minggu sudah mencapai puncak produksi.
Pertanyaan kami; Mengapa produksinya bisa telat seperti itu?
Trimakasih sebelumnya. |
|
27. boodee - 2009-05-24 09:42:24 |
Maaf pak lama gak nyambangi tempat sampeyan
Yang saya maksud adalah micotoxin binder, karena ada beberapa yang mengatakan zat tersebut bisa menyebabkan FCR bengkak.
Trims seelumnya atas bantuannya
|
|
26. Mahrus - 2009-04-26 13:12:55 |
Mas Eko,
Trimakasih atas penjelasannya. |
|
25. prambudi - 2009-04-14 16:42:54 |
Yaa.. masih ingat kog mba Prima....
heheheh  |
|
24. prambudi - 2009-04-14 16:32:04 |
Dear Mas Mahrus,
Secara alamiah ketika ayam udah berumur tua, maka kerabang telur agak pucat (tidak secoklat waktu muda).
untuk diketahui warna kerabang sebenarnya dipengaruhi oleh efek hormonal. Kinerja hormonal ini akan terganggu jika ayam ini mendapat cekaman stress yg ekstrim. Sedikit banyak pewarnaan ini juga dipengaruhi oleh balance nilai kandungan mineral dan vitamin terutama mineral trace seperti Cu, Mn, Fe, Zn dan vitaminnya D3,E dan C.
Jadi agar telur ayam tua agar bertahan agak coklat (tidak pucat) maka usaha yg dapat ditempuh ;
1. Kurangi Cekaman stress pada layer
2. Tambahkan Vitamin dan mineral trace
3. tambahkan Calsium 2-3 gram di sore hari (karena Calsium diibaratkan semen, pospor batu batanya dan mineral trace bahan catnya).
note ; penambahan vit + mineral pasti akan menambah biaya maka bisa disiasati dengan sedikit menurunkan protein kasar pada pkan yg akan diberikan.
4.
terima kasih
Salam
Eko P  |
|
23. prambudi - 2009-04-14 16:18:18 |
Dear Mas Boodee,
Binder apa ya ?? amonia binder atau pellet binder atau micotoxin binder ??
|
|
|